Refleksi Autoetnografis tentang Implementasi Pendidikan Islam Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Daerah Terpencil

Authors

  • Agung Wijaksono STAI Nurul Huda Kapongan Situbondo, Indonesia Author

Keywords:

anak putus sekolah, autoetnografi, pendidikan Islam inklusif

Abstract

Fenomena anak putus sekolah di daerah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam upaya pemerataan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini berangkat dari pengalaman personal penulis sebagai pendiri Pondok Pesantren Al Fatih As Syafii yang mengimplementasikan pendidikan Islam inklusif bagi anak-anak putus sekolah di wilayah pegunungan dan pelosok hutan. Tujuan penelitian ini adalah merefleksikan praktik pendidikan Islam inklusif berbasis pondok pesantren serta menelaah strategi dan dampak sosial yang dihasilkan dari pendekatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode autoetnografi reflektif, dengan penulis berperan sebagai subjek sekaligus peneliti. Data dikumpulkan melalui refleksi pribadi terstruktur yang ditulis secara berkelanjutan dalam bentuk catatan reflektif, yang diperkaya dengan observasi partisipatif, wawancara informal, dan dokumentasi kegiatan pesantren. Refleksi pribadi penulis diposisikan sebagai sumber data utama yang dianalisis secara tematik untuk memahami dinamika sosial, pedagogis, dan spiritual dalam praktik pendidikan inklusif di daerah terpencil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan berbasis komunitas dan empati sosial mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan, menghidupkan kembali semangat belajar anak-anak putus sekolah, serta membentuk budaya religius yang inklusif dan berkeadilan. Kesimpulannya, model pendidikan Islam inklusif di daerah terpencil tidak hanya berhasil mengembalikan akses pendidikan, tetapi juga menegaskan nilai-nilai keadilan (‘adl), keseimbangan (tawazun), dan ukhuwah sebagai fondasi transformasi sosial berbasis komunitas.

References

Abduh, M., Basiru, A. A., Narayana, M. W., Safitri, N., & Fauzi, R. (2022). Potret Pendidikan di Daerah Terpencil Kampung Manceri Cigudeg Kabupaten Bogor. Jurnal Citizenship Virtues, 2(1), 291-300. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.2129

Basri, H. (2023). Mitigasi Intoleransi Melalui Pendidikan Islam Inklusif Perspektif Al-Qur’an (Doctoral dissertation, Institut PTIQ Jakarta). https://repository.ptiq.ac.id/id/eprint/1597/

Freire, P. (2020). Pedagogy of the oppressed. In Toward a sociology of education (pp. 374-386). Routledge.

Handayani, T., & Rahadian, A. S. (2013). Peraturan perundangan dan implementasi pendidikan inklusif. Masyarakat Indonesia, 39(1), 149701.

Hosaini, H., Subaidi, S., Hamzah, M. Z. ., Simbolon, N. Y. ., & Sutiapermana, A. . (2024). "Tawheed-Based Pedagogy: Empowering Islamic Education Through Community Engagement And Pesantren Tradition". Journal Of Human And Education (JAHE), 4(4), 353–360. https://doi.org/10.31004/jh.v4i4.1220

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. Beverly Hills, CA: Sage Publications.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Nugroho, M. A. (2016). Pendidikan Islam Berwawasan Multikultural; Sebuah Upaya Membangun Pemahaman Keberagamaan Inklusif pada Umat Muslim. MUDARRISA: Jurnal Kajian Pendidikan Islam, 8(1), 31-60. https://doi.org/10.18326/mdr.v8i1.31-60

Nur’fitriani Syachrir. (2025). Analisis Faktor Penyebab Dan Upaya Penanganan Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Sinjai. Al-Zayn : Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(4), 5365–5373. https://doi.org/10.61104/alz.v3i4.2129

Rokhmaniyah, M. P., Suryandari, K. C., Fatimah, S., & Mahmudah, U. (2022). Anak putus sekolah, dampak, dan strategi mengatasinya. CV Pajang Putra Wijaya.

Ruslan, R. (2024). Model Manajemen Pendidikan Berbasis Masyarakat dalam Mengembangkan Lembaga Pendidikan Islam. JURNAL ILMU PENDIDIKAN & SOSIAL (SINOVA), 2(2), 87–100. https://doi.org/10.71382/sinova.v2i2.130

Sumarno, A. R., & Iksan, I. (2024). Transformasi Nilai Keagamaan Islam untuk Mendukung Aksesibilitas Pendidikan Inklusif: Tinjauan Sosial-Edukasi. Sosial Studies in Education, 2(2), 75–92. https://doi.org/10.15642/sse.2024.2.2.75-92

Sumaryanta, R., & Rekan. (2019). Community-Based Teacher Training: Transformation of Sustainable Teacher Empowerment Strategy in Indonesia. Journal of Teacher Education for Sustainability, 21(1), 48–66. https://doi.org/10.2478/jtes-2019-0004

Sutomo, S., Musnandar, A., & Deab Mahmoud, D. (2024). Religious-Sociocultural Networks and Sosial Capital Enhancement in Pesantren. Jurnal Pendidikan Islam, 10(1). https://doi.org/10.15575/jpi.v10i1.19997

Syalwa, A. T., Aulia, A., & Anam, A. S. (2025). PERAN PENDIDIKAN INKLUSI DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN ISLAM. Qolamuna: Keislaman, Pendidikan, Literasi dan Humaniora, 2(1), 117-132. https://jurnal.qolamuna.id/index.php/JQ/article/view/155

Syarifah Gustiawati Mukri, Retno Triwoelandari, Noor Isna Alfaein, & Nazwa Aulia. (2024). Model Pendidikan Karakter di Pesantren Modern Perspektif KH. Imam Zarkasyi. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 4(1), 1281–1290. https://doi.org/10.56799/peshum.v4i1.7106

Wijaksono, A. (2023). PENINGKATAN LITERASI DIGITAL MELALUI PELATIHAN GURU DI DAERAH TERPENCIL. Jurnal Akselerasi Merdeka Belajar Dalam Pengabdian Orientasi Masyarakat (AMPOEN): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(2), 62–68. https://doi.org/10.32672/ampoen.v1i2.2405

Wijaksono, A., & Albadri, A. (2025). MODERNIZING MOUNTAIN EDUCATION: ESTABLISHING A TECHNOLOGY-BASED ISLAMIC BOARDING SCHOOL TO ENHANCE LEARNING QUALITY. As-Sidanah : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 64–77. https://doi.org/10.35316/assidanah.v7i1.64-77

Wijaksono, A., & Hartono, H. (2025). Menggali Konsep Inklusi Dalam Al-Qur'an: Implikasinya Bagi Pendidikan Modern. Al-Bayan: Jurnal Ilmu al-Qur'an dan Hadist, 8(1), 109-132. https://doi.org/10.35132/albayan.v8i1.958

Yuwanda, T., Fadhlan, A., & Bundo, M. (2023). Digitalization of Pesantren: A Perspective From Human Capital. DAYAH: Journal of Islamic Education, 6(1). https://doi.org/10.22373/jie.v6i1.15973

Zainuri, M., Matsum, J. H., & Thomas, Y. (2014). Tingkat Pendapatan, Sosial Budaya dan Jarak Rumah dengan Sekolah sebagai Faktor Penyebab Anak Putus Sekolah di SMPN. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Khatulistiwa (JPPK), 3(10). https://doi.org/10.26418/jppk.v3i10.6812

Published

31-12-2025

How to Cite

Wijaksono, A. (2025). Refleksi Autoetnografis tentang Implementasi Pendidikan Islam Inklusif bagi Anak Putus Sekolah di Daerah Terpencil. Zawayatul Fikr: Journal of Islamic Education, 1(2), 214-226. https://zawayatulfikr.shibghoh.id/index.php/zafie/article/view/14

Similar Articles

1-10 of 15

You may also start an advanced similarity search for this article.